Warga Pun Kini Mahir Membuat Pupuk Organik Berkat Satgas TMMD

by
Pupuk organik dari kotoran sapi dan dedaunan diinapkan selama seminggu untuk proses pembusukan. Proses pembuatan pupuk organik ini diajarkan Satgas TMMD ke 102 Kodim 1502/Masohi kepada warga Desa Saunolu Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (1/8/2018). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-MASOHI-Tanah yang subur serta hasil alam yang melimpah menjadikan Pulau Seram jadi salah satu pulau terbesar penghasil alam terbaik di Provinsi Maluku. Masyarakat memanfaatkanya sebagai sumber penghasilan. Warga di Desa Saunolu Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) misalnya mengambil hasil dari kebun yang dikelola sendiri.

Selain tanaman umur panjang yang tumbuh di hutan, mereka membentuk kelompok-kelompok tani dan bertanam aneka sayur. Sawi, kangkung, seledri, labu, coklat, kacang maupun ubi ubian merupakan hasil alam yang jadi andalan warga desa. Melalui kelompok tani mereka secara terkoordinir mengelola lahan serta memasarkan sayuran.

Loading…
Warga bersama Satgas TMMD Kodim Masohi mengerjakan talud desa di Kecamatan Tehoru, Malteng. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

Sebagian besar dijual di dalam desa, sisanya lagi dikirim ke desa tetangga untuk dijual ke pasar. Usaha sebagian besar warga desa itu memberi kepastian penghasilan. Apalagi mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani. Namun masalah baru muncul. Tanah yang terus menerus dipakai makin kehilangan unsur hara. Kualitas produksi pun menurun.

Lama waktu panen juga makin panjang, belum lagi kualitas tanaman sayur yang dirasa tak seperti dulu. “Tanah ini pakai ulang-ulang jadi hasil seng memuaskan. Mau pakai pupuk cuma akang ada bahan kimia,” aku Ketua Kelompok Tani Pandan Kasturi Desa Saunolu, Thomas Ipasaksily kepada Terasmaluku.com saat mengikuti aktifitas warga bersama program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Rabu (1/8/2018).

Pupuk jadi salah satu solusi cepat untuk meningkatkan kualitas tanaman. Hanya, dirinya enggan memakai pupuk yang berbahan kimia. Tanaman sayur yang diberi pupuk tersebut kurang diminati warga. Thomas bersama beberapa ketua kelompok tani sempat mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik bersama Dinas Pertanian Kabupaten Malteng.

Sayangnya tidak semua anggota kelompok dan warga berhasil membuat pupuk. “Itu kelemahannya, yang bisa hanya ketua saja. Sedangkan warga lain yang mau diajar seng bisa bikin,” imbuhnya. Beruntung melalui program TMMD ke 102 Kodim 1502/Masohi yang berlangsung sejak Juli 2018 di Desa Saonolu, semua warga dilibatkan dalam mengolah pupuk organik.

Bahan bahannya berasal dari alam serta mudah didapat. Thomas dan warga desa diajarkan untuk menggunakan daun lamtoro, daun gamal serta kotoran sapi. Bersama Satgas TMMD Kodim Masohi mereka bahu membahu membantu warga dalam mengolah pupuk organik. “Kalau sekarang samua sudah bisa bikin pupuk. Dari bapak-bapak tentara katong bikin pupuk sama- sama,” jelasnya.

Seperti saat ditemui Terasmaluku.com Thomas bersama seorang warga didampingi anggota Satgas TMMD tengah menyiapkan pupuk. Bahan-bahan tadi dicampur dan dibungkus terpal agar kedap udara selama seminggu. “Program kami (TMMD) bersama warga ada pembangunan fisik dan nonfisik. Pelatihan membuat pupuk salah satunya. Ini supaya warga mandiri dan bisa mendapat hasil kebun yang maksimal,” kata Kapten Inf Bambang Sutiono, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD Kodim/1502 Masohi.

Menurut Bambang dengan menggunakan pupuk organik warga tidak perlu khawatir akan dampak jangka panjang yang ditimbulkan. Dan lagi bahan-bahan pun alami serta mudah didapat sehingga memudahkan warga untuk memproduksi pupuk sendiri. Bersama- bersama Satgas TMMD ini diharapkan akan mendorong kualitas hidup warga.

Peningkatan kualitas pertanian serta perekonomian. Satgas TMMD sebagai salah satu penggerak warga mengupayakan agar nantinya warga desa berkembang dan makin maju dalam bidangnya. “Mengingat sebagian besar mata pencarian warga berkebun. Maka pelatihan non fisik seperti itu dapat mendorong keberlangsungan hidup warga desa,” tutur Bambang.

Bahkan disela-sela pengerjaan pupuk, sang ketua kelompok tani berencana terus memproduksi pupuk organik dan menjadi desanya sebagai pemasok sayur sayuran. Mereka juga bakal membangun pasar agar nantinya perekonomian desa meningkat. Pasalnya tak jauh dari desa bakal ada sebuah perusahaan pengolahan hasil laut. Buah kerja keras bersama Satgas TMMD itu diharapkan dapat dirasa semua warga desa. (BIR)