Warga Semakin Wawas Usai Penutupan Sementara Puskesmas Rijali

by
Puskesmas Rijali yang lebih dulu tutup, mulai beroperasi setelah tiga perawat yang positif covid-19 jalani isolasi terpusat, (30/5) FOTO: Dok Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Puskesmas Rijali Batumerah mulai hari ini, Selasa (19/5/2020) tutup pelayanan untuk sementara. Tidak ada pelayanan apapun sejak dua tenaga kesehatan dinyatakan positif covid-19. Aktivitas pedagang juga warga sekitar terpantau masih ramai, meski sebagian besar lebih wawas diri dengan situasi itu.

BACA JUGA : Pelayanan Kesehatan Puskesmas Rijali Tutup Seminggu, Apa Sebab?

BACA JUGA : Angkot Passo Sudah ‘Mandi’ Disinfektan, Warga Tak Perlu Ragu

BACA JUGA : Hore! Hasil Swab Negatif, 19 Warga Karantina LPMP Pulang

Warga yang tinggal dekat area Puskesmas kian memperketat pengawasan. Bahkan dari Pemerintah Negeri Batumerah telah menghimbau agar warganya lebih berhati-hati lagi. Sekretaris Negeri Batumerah, M. Arlis Lisaholet, juga membenarkan hal itu.

Warga, katanya, sudah diimbau dan semakin meningkatakan kewaspadaan. Hal itu mengingat puskesmas berada di kawasan yang padat penduduk. ada banyak jalan tembusan menuju puskesmas dari arah perkampungan di Batumerah. “Iya sudah dong su tahu, masyarakat sudah lebih mawas diri dan waspada. Dong juga tutup jalan masuk,” terang Arlis.

Jalan yang dimaksud adalah akses keluar masuk motor yang berdekatan dengan Puskesmas Rijali. Kataya, warga sekitar telah memberlakukan aturan keluar masuk hanya dengan berjalan kaki. Sementara kendaraan bermotor tidak lagi mendapat akses leluasa seperti dulu.

Loading...

Dia tak menanpik kekhawatirannya terhadap warga sekitar mengingat lokasi dengan puskesmas yang berdekatan. Menurutnya pasti akan ada koordinasi lanjut antara pihak pemerintah kota dengan penjabat desa. “Kan tidak wajib juga hasil dari kota dong bilang ke katong. Lebih lanjut memang pak penjabat yang paham. Tapi yang beta bisa sampaikan warga di sini sudah sangat hati-hati. Terkait penyemprotan juga belum ada kabar dan beta sendiri tidak bisa pastikan itu,” jelasnya.

Saat ini para staf pemerintahan di negeri memang tengah diribetkan dengan sejumlah program bantuan pemerintah. Untuk memastikan tingkat kewaspadaan warga juga pedagang, wartawan sempat mewawancarai seorang pedagang yang berjualan di dekat puskesmas. Kepada wartawan dia mengaku merasa khawatir dan was-was dengan hal tersebut.

“Tadi malam beta baru tahu dari berita. Memang masih bajual tapi beta jua takut lai, mungkin abis ini seng bajual dolo kapa,” terang Arsyah Marasabessy, penjual makanan ringan khas Maluku di Ruko Batumerah.

Saat diwawancarai via telepon, perempuan yang akrab disapa Ary itu memang tidak sedang berjualan. Namun Ary memastikan bahwa Puskesmas Rijali memang telah tutup sejak pagi. “Kemarin itu masih buka tapi tadi pagi lai su tutup. Katong juga harus hati-hati,” akunya.

Hal serupa juga diungkapkan, Faisal, warga sekitar. Dia yang tinggal menempati ruko pun risau. Tapi bagi orang-orang seperti mereka tidak banyak yang dapat diperbuat. Selain ikuti aturan pemerintah dan tingkatkan kewaspadaan.

Sementara itu dari pantauan Terasmaluku.com, kawasan sekitar Puskesmas terus berdenyut. Lalu lintas kendaraan, angkutan umum kota padat. Pedagang tetap berjualan, warga dan pembeli hilir mudik berbelanja kebutuhan dasar sambil tetap mengenakan masker. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *