Warga Terus Mendatangi Bangkai Paus di Seram Bagian Barat

by
Warga melihat bangkai paus yang terdampar di Desa Soleh Kecamatan Huamual Belakang Seram Bagian Barat, Selasa (30/5). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON– Sehari pasca ditemukan terdampar di Pantai Batu Lobang Desa Soleh Kecamatan Huamual Belakang Pulau Kelang  Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), bangkai seekor paus  raksasa Selasa (30/5) ini  terus didatangi warga.  Mereka melihat kondisi paus, mengabadikan peristiwa langkah ini serta  berselfi diatas bangkai mamalia laut tersebut.

Warga tidak hanya dari Pulau Kelang tapi juga juga datang dari Kota Piru Kabupaten SBB. Mereka menggunakan perahu dan speedboat. “Kami awalnya tidak percaya, tapi setelah lihat langsung memang paus ini paling besar. Sejak kami lahir baru pertama kali melihat paus sebesar ini,” kata Asman, warga Pulau  Kelang. Pria berusia 45 tahun ini datang bersama istri dan tiga orang anaknya dengan perahu untuk melihat kondisi paus tersebut.

Sejak ditemukan terdampar dan mati di Pantai Batu Lobang Desa Soleh Senin (29/5), hingga kini diperkirakan ratusan warga  datang melihat  bangkai  paus ini. Meski kondisi paus mulai membusuk dan bau tak sedap, namun warga tidak peduli. Mereka berlama – lama di bangkai paus itu.  Kondisi paus terbalik membuat warga bebas naik paus. Sebagian tubuh paus mulai rusak dan mengeluarkan darah.

Bangkai paus

Warga sebelumnya berusaha menarik paus ini dari tepi Pantai Desa Soleh agar bisa terdampar jauh dari pantai desa. Namun karena terlalu berat warga  batal menarik. Warga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk menarik paus keluar dari pantai desa ini.

“Pilihannya menarik paus keluar dari pantai desa kami, atau ditenggelamkan. Kalau tanam agak sulit karena lokasinya berbatu. Kalu tidak segera diambil langkah memindahkan paus dari pantai ini, akan berbahaya bagi kesehatan warga karena paus mulai busuk,”kata Penjabat Kepala Desa Soleh Ahmad Asma.

Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Selasa siang mengukur dan mengambil sampel berupa kulit dan daging paus untuk dites. Ini dilakukan untuk mencari tahu apa yang  menyebabkan  paus ini mati. Setelah diukur paus memiliki panjang 22,8 meter dan lebarnya empat meter. “Dari kondisi ditemukan berbagai macam luka, luka  juga disebabkan akibat terumbu karang dan karena hal lainnya. Ini yang akan kita teliti,” kata Rubiandi, petugas KKP. (ADI)