Warga Tidak Perlu Takut, Kualitas Ikan Di Teluk Dalam Ambon Cum Laude

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy, pastikan ikan-ikan di Teluk Dalam Ambon aman dimakan.

TERASMALUKU.COM,-AMBON–Walikota Ambon Richard Louhenapessy angkat bicara soal fitoplankton dan ketakutan warga mengkonsumsi ikan. Saat jumpa pers di Hotel The City Ambon, Selasa  (22/1/2019), Richard memastikan mutu ikan di Teluk Ambon aman.

Lebih dari dua pekan warga di kota Ambon masih dibuat was-was dengan peristiwa ledakan fitoplankton di area perairan Teluk Dalam Ambon. Apalagi terbit edaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ambon terkait pemberitaan tersebut membikin masyarakat kian khawatir untuk mengkonsumsi ikan.

Namun Richard memastikan ikan dari perairan Ambon aman dimakan oleh masyarakat. Hal itu didukung dengan bukti dari Balai Karantina Ikan Provinsi Maluku. “Balai karantina ikan sudah ukur kualitas air di lima titik di Teluk Dalam Ambon. Hasilnya masih baik dengan skor 8,” ungkapnya.

Sampel itu diambil pada keramba jaring apung yang ada di perairan Waiheru, Paso, Lateri. Mereka mengecek suhu, salinitas, PH dan oksigen terlarut (DO). Dari situ tim memastikan tidak ada pengurangan kualitas atau ada kandungan berbahaya akibat ledakan fitoplankton yang berdampak buruk terhadap ikan dan biota laut. Hasil pengujian organoleptic itu bahkan menunjukkan rerata nilai skor ikan-ikan tersebut adalah delapan dan masuk kriteria baku mutu.

Richard yang hadir bersama pejabat SKPD terkait pun menyebut skor yang diperoleh itu menunjukkan angka sempurna kualitas ikan. “Ikan-ikan kita itu aman, nilainya cum laude,” katanya. Untuk itu dia menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap makan ikan.

Pada kesempatan itu dia pun membantah adanya berita ikan mati akibat ledakan fitoplankton pada 10 Januari lalu. Dia menegaskan tidak ada dampak negatif yang perlu dikhawatirkan warga. Aktifitas makan ikan dan belanja ikan di Pasar Arumbai Mardika harus kembali normal. Pasalnya sepekan setelah pemberitaan ledakan fitoplankton, lapak ikan di pasar sepi. Para penjual mengeluh jualan mereka sepi.

“Dari berita tu orang-orang su seng mau bali lai. Beta su bali es batu Rp 150 ribu par simpan ikan-ikan tu, seng laku,” keluh Mama Mina seoarnag penjual ikan di pasar Arumbai. Ikan-ikan yang biasanya dia sudah membereskan pada siang, hingga jelang sore dia masih bertahan di pasar. Menurutnya peristiwa tersebut dan ramai pemberitaan di lini masa membikin warga paranoid. Mereka enggan makan ikan lantaran takut keracunan. (PRISKA BIRAHY)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *