Warisi Perjuangan Pattimura Untuk Lawan Kemiskinan di Maluku

by

AMBON- Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan perjungan Pahlawan Pattimura untuk melawan penjajah belanda di tanah Maluku patut dibanggakan karena hal ini merupakan embrio dari seluruh perjuangan mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Untuk mewaris perjuangan Pattimura saat ini, Pattimura muda Maluku harus bisa berjuang melawan melawan ketidakadilan, penindasan,kemiskinan, ketidakpastian hukum, dan keterbelakangan.
“Perjuangan Pattimura merupakan embrio dari perjuangan menuju Indonesia merdeka, sekaligus menjadi semangat bagi Pattimura muda bangkit melawan berbagai bentuk penjajahan di era modern,” kata Walikota Minggu (15/5).
Dia mengungkapkan, 199 tahun lalu kapitan Pattimura bangkit melawan berbagai bentuk penjajahan, penindasan dan ketidakadilan yang terjadi di Maluku. Perjuangan tersebut kata dia telah menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Maluku. “Setiap kali kita memperingati hari pahlawan nasional kapitan Pattimura, akan terjadi proses pewarisan nilai sekaligus bekal bagi generasi muda khususnya di Maluku,” katanya.
Dia mengaku berbeda dengan penjajahan di masa lampau, yang terjadi saat ini adalah generasi muda harus berjuang untuk melawan ketidakadilan, penindasan,kemiskinan, ketidakpastian hukum, dan keterbelakangan. “Ini yang harus diatasi, kalau zaman dulu perjuangannya melawan penjajah maka saat ini perjuangan kita melawan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan di daerah ini,” tandasnya.
Walkota mengakui, obor Pattimura harus terus menyala dalam hati dan sanubari setiap masyarakat Maluku karena itu kata dia obor Pattimura harus dimaknai sebagai simbol sebuah perjuangan bersama untuk bangkit dari kemiskinan dan ketidak adilan. “Obor ini simbol perjuanagn Pattimura. Mari kita jadikan sebagai spirit untuk bangkit membangun Kota Ambon,” katanya. ADI