Wastafel Rusak, Dinas PUPR Angkut dan Siap Relokasi ke Sekolah

by
Staf PUPR Cipta Karya Kota Ambon. Piet Talakua menunjukkan wastafel dengan profil tank yang ramppung dicat untuk nantinya ditempatkan di sekolah-sekolah, (5/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Sejumlah wastafel atau tempat cuci tangan di Kota Ambon nyaris tak lagi terlihat. Dinas PUPR Kota telah mengangkat dan memperbaikinya agar siap direlokasi ke sekolah-sekolah.

Selama masa PSBB, pemerintah kota memang menempatkan washtafel untuk memudahkan akses warga mencuci tangan. Namun sejak dipasang pada beberapa bulan lalu, umurnya tak panjang. Kondisinya rusak atau yang tidak lagi berfungsi akibat ada bagian-bagian yang hilang.

Loading…

Staf Dinas PUPR Cipta Karya, Piet Talakua kepad wartawan menjelaskan wastafel-wastafel itu saat ini dalam tahap perbaikan dan pengecatan. Sedang beberapa unit yang rusak parah tak lagi dipakai.

“Sebagian besar sudah katong ambil untuk cat ulang supaya bisa dipakai. Rencana setelah sekolah masuk katong mau taruh di sekolah-sekolah. Ada lima yang rusak parah,” jelasnuya kepada Terasmaluku.com saat dotemui di kantornya pagi tadi, (5/2/2021).

Piet menjelaskan terdapat dua jenis wastafel yang mereka tempatkan di sejumlah lokasi di Kota Ambon. Seperti yang sebelumnya terlihat di sepanjang Jalan A.Y. Patty Ambon, itu merupakan wastafel dengan profil tank. Jumlahnya ada 205 unit dengan nilai proyek Rp 3.300.000 perunit. Ia terpasang lengkap dengan pipa, keran, juga botol sabun. Tipe ini umum ditempatkan pada ruas jalan utama.

Profil tank yang rusak parah dan tidak dapat digunakan kembali

Tipe lain yaitu wastafel tanpa profil tank. Sumber air biasanya diperoleh dari bak penampung terdekat. Piet menjelaskan jenis ini yang biasanya dipasang pada fasilitas umum juga di rumah-rumah ibadah. Jumlahnya ada 120 unit dengan nilai proyek Rp 600.000 perunit (belum termasuk instalasi pipa). Dengan total nilai proyek hampir Rp 1 miliar.

“Dalam sehari katong coba angkut 4-8 unit. wastafel dengan tangki yang katong angkat sudah ada 48 unit. Kalau yang wastafel saja ada 16. Kondisnya memang seng lengkap bahkan rusak. Katong angkat semua bawa untuk perbaiki,” tuturnya. Sedang lima unit yang rusak parah itu lantaran profil tank yang bocor dan sobek.

Sambil menunggu proses belajar di sekolah, pihaknya tengah merampungkan pengecatan ulang wasteful yang masih layak pakai. Nantinya akan ada distribusi ke sekolah SD dan SMP di Kota Ambon. (PRISKA BIRAHY)