Wawancara Khusus Gubernur Soal Penghargaan IDI, Terus Buka Ruang Aspirasi Masyarakat

by
Said Assagaff

Bukan hal mudah bagi Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengejar indeks demokrasi yang ideal. Konflik kemanusian yang pernah terjadi  sempat membuat Maluku terpuruk. Berbagai upaya terus dilalukan pemerintah. Dan hasilnya, Maluku diganjar untuk menerima penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2016 dari Kementerian Dalam Negeri, Selasa (5/12), dalam  katagori meraih angkat diatas 10 poin.

Maluku dan sembilan daerah lainnya dianggap berhasil mewujudkan demokrasi dalam bidang pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. Kepada Terasmaluku.com, Gubernur Maluku Said Assagaff mengungkapkan, pihaknya terus membuka ruang seluas – luasnya kepada semua  lapisan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kita buka ruang kepada semua masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, tidak  perlu dengan demo-demo,” kata Gubernur. Berikut  petikan wawancara Gubernur saat hendak  bertolak dari Bandara Pattimura Ambon, melakukan kunjungan kerja ke Kataloka Kabupaten Seram Bagian Timur, Jumat 8 Desember 2017.

Anda senang Maluku dapat penghargaan sebagai provinsi dengan Indeks Demokrasi Terbaik 2016?

Yang pertama sebagai pemerintah daerah, saya mengapresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri  yang telah menetapkan kita provinsi  indeks demokrasi terbaik di Indonesia. Ada hal – hal yang perlu saya sampaikan, ketika kita menyelesaikan konflik di Maluku, pemerintah daerah tentu harus menampung semua aspirasi dari masyarakat. Oleh karena itu beberapa tahun terakhir ini, kami mengunjungi daerah-daerah  yang jauh, kita menggelar rapat – rapat di tempat yang jauh untuk bisa mendapatkan masukan, mendapatkan informasi tentang situasi – situasi yang ada di wilayah itu.

Karena dengan semakin banyaknya informasi yang kami dapat, kami bisa menyelesaikan hal – hal yang warga sampaikan itu.  Saya dan seluruh jajaran  pemerintah daerah, kita buka ruang kepada semua masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, tidak  perlu dengan demo-demo, kita buka ruang aspirasi. Dan hampir setiap hari saya menerima masukan-masukan dari warga  masyarakat. Nah, itulah komunikasi timbal balik yang kami buat. Dan itu mungkin salah satu kriteria atau indikator yang bisa menaikan rengking kita dalam hal indeks demokrasi terbaik di Indonesia.

Bagaimana Cara  Anda Menumbuhkan Sikap Demokrasi Dalam  Pemerintahan dan Kehidupan Bermasyarakat?

Ya saya sendiri dengan Biro Bumas,  sering saya katakan, bangun komunikasi dengan pers, unit – unit kerja saya, dinas – dinas, setiap  Jumat sekali, kumpul dengan pers, sampaikan hal – hal yang ingin mereka sampaikan. Saya minta pers bisa mengangkat keberhasilan – keberhasilan yang telah kita capai selama ini, jadi ada press conference, sehingga ruang – ruang yang saya buka ini bisa dimanfaatkan oleh pers, oleh kepala dinas, pejabat dan oleh masyarakat. Aspirasi dinas bisa disampaikan ke masyarakat dan aspirasi masyarakat juga bisa disampaikan ke dinas, sehingga  semua kita bangun secara transparan dan  akuntabel, terbuka  tidak ada yang ditutup-tutupi atau kita batasi.

 Hambatan apa yang Anda temukan di lapangan dalam menumbuhkan demokrasi?  

Sebenarnya kendala tidak ada, saya belum lihat kendalanya. Cuma harus diakui tingkat kepuasaan  terhadap jajaran saya, ya juga masih ada. Ada satu dua dinas  mungkin masih terlalu tertutup, saya minta itu dibuka, karena sekarang ini kontrol masyarakat semakin keras, semakin kuat di kalangan kita sendiri.

Visi Anda kedepan untuk meningkatkan sikap demokrasi di pemerintahan dan warga?

Sebenarnya visi itu sudah ada, dari lima tahun yang lalu. Visi saya itu membangun Maluku yang aman, Maluku yang  religius, Maluku yang berkualitas dan Maluku yang demokratis. Nah dengan visi ini, Alhamdullilah, kita sudah bisa menemukan solusi-solusi, saya sudah bisa membuka ruang – ruang komunikasi yang tadinya sebagian besar mutu  kerjanya masih  kaku.Kaku berhadapan dengan pers, berhadapan dengan masyarakat, semakin hari semakin terjalin hubungan komunisai yang bagus sekali. Dan saya kira ini akan  terus saya  dorong dan saya tingkatkan lagi untuk periode yang berikut nanti.

Pesan Anda di  tahun Politik 2018, ada Pilkada di  Maluku?

Ya, yang pertama indeks demokrasi kita tinggi, itu berarti pesta demokrasi ke depan dalam rangka Pilkada, berikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat, tidak boleh ada penekanan – penekanan dari siapapun juga. Saya akan catat betul kalau ada yang bermain dibalik ini, dan saya akan laporkan ke Presiden (Joko Widodo).