Webinar Fakultas Teologi UKIM, Perlu Kolaborasi Atasi Covid-19

by
Dekan Fakultas Teologi UKIM Ambon Dr H H Hetharia. FOTO : DOK. PRIBADI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dekan Fakultas Teologi UKIM Ambon Dr H H Hetharia memberi sambutan pembukaan webinar bertema “ Dampak Kovid 19, Peran Media, Gereja dan Masyarakat Dalam Upaya Penanganan” dengan menghadirkan narasumber Rudy Fofid, jurnalis senior, Pdt Elifas Maspaitella, Sekretaris Umum Sinode GPM dan Dr John Ruhulessin, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Maluku yang juga dosen senior Fakultas Teologi UKIM Ambon itu (14/8/2020).

Dr H H Hetharia dalam sambutannya menyatakan bahwa webinar ini merupakan salah satu bentuk implementasi tanggungjawab dunia pendidikan tinggi bagi pengabdian masyarakat. Fakultas Teologi merupakan bagian dari dunia akademik yang bersama-sama semua komponen merespons berbagai persoalan gereja, masyarakat, serta bangsa, khususnya terkait pandemi covid 19 saat ini.

Rudy Fofid, penerima Maarif Award ini menyebutkan bahwa di era Covid saat ini peran media sangat penting untuk menghadirkan berita-berita yang edukatif dan memberi harapan bagi masyarakat. Pelaku media mesti tetap berpegang pada kaidah jurnalisme dan kebenaran faktual. Ketika merespons pertanyaan tentang tanggungjawab etis media yang disampaikan Pdt Dr Etta Hendriks-Ririmasse, yang juga mantan dekan Fakultas Teologi itu, Fofid mengamini media memiliki tanggungjawab etis untuk memberi edukasi dan harapan kepada publik. “Jika ada media yang menyebarkan berita horor dan bohong maka masyarakat berhak menggunakan hak jawab dan atau menjauhi media tersebut” tegas Fofid.

Narasumber berikut yakni Pendeta Elifas Maspaitella menjelaskan bahwa Gereja Protestan Maluku (GPM) sejak awal telah melakukan edukasi dan pendampingan kepada umat agar memperhatikan protokoler medis dalam mengatasi kovid 19. “Hingga saat ini belum dilaksanakan ibadah di gereja. Dan kalaupun ada, maka selalu memperhatikan protokoler medis,” ungkap mantan Ketua Umum PB AMGPM ini. Ia juga mengedepankan pentingnya membangun solidaritas sosial serta komunitas yang saling peduli di tengah keadaan yang berat saat ini.

Loading...

Pdt Dr John Ruhulessin menegaskan pentingnya perubahan cara pandang (mindset) terhadap realitas kovid saat ini. “Faktanya ada yang meninggal karena covid-19. Olehnya pandangan bahwa ini bagian dari teori konspirasi dan atau upaya memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan itu patut dikritisi” tegas mantan Ketua Sinode GPM ini.

Terkait hal ini, Pdt Dr Brury Hendriks yang juga mantan Ketua Sinode GPM menekankan pentingnya membangun kepercayaan (trust) di kalangan masyarakat yang memang saat ini memiliki ketidakpercayaan yang meluas terkait covid 19. “Kita perlu melakukan pengamatan dan riset yang baik untuk memahami kondisi masyarakat dan perubahan yang sedang terjadi,” ungkap Pdt Dr Hoberth Talaway, mantan Dekan Fakultas Teologi UKIM yang juga memberi pendapat pada webinar tersebut.

Webinar ini berlangsung lebih kurang dua jam diikuti hampir seratus peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum. Pdt Dr Nancy Souissa dosen Fakultas Teologi yang bertindak selaku moderator antara lain menyimpulkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam bersama-sama mengatasi covid 19 yang sudah berlangsung lebih dari tujuh bulan ini.

Ia pun menyebutkan bahwa akan ada serial webinar berikutnya digelar oleh Fakultas Teologi UKIM Ambon yang diorganisir sebuah Tim yang dikoordinir Prof Agus Batlajery dengan Pdt Dr Johan Saimima selaku ketua dan Dr Ona Salenussa sebagai Sekretarisnya. (Rudy Rahabeat, Kontributor Terasmaluku.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *