Widya MI Dikukuhkan jadi Bunda Literasi Maluku

by

TERASMALUKU.COM, AMBON , -Widya Pratiwi Murad kini resmi pengelola sebagai Bunda Literasi Provinsi Maluku masa bakti 2021-2024. Jabatan baru yang diemban istri Gubernur Maluku Murad Ismail ini, setelah pengukuhan yang dibacakan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bandon, sesuai SK Gubernur Maluku Nomor 196 Tahun 2021 tanggal 14 April Tahun 2021.

Pengukuhan berlangsung di Islamic Center Ambon, pada Selasa (27/4/2021) itu, dirangkai dengan acara Talk Show bertema “Penguatan Sisi Hulu Budaya Baca, guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Indonesia”.

Narasumber yang hadir pada Talk Show tersebut adalah Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhamad Syarif Bando, Bunda Literasi Maluku Widya Pratiwi Murad, Rektor Unpatti MJ Saptenno dan Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury.

Usai dikukuhkan menjadi Bunda Literasi Maluku, Widya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhamad Syarif Bando, yang telah meluangkan waktu mengahadiri sekaligus mengukuhkan dirinya selaku Bunda Literasi di Bumi Raja-Raja.

Dia mengaku, jabatan barunya itu merupakan tanggung jawab besar sebagai Bunda literasi. Ia diharapkan menjadi suri tauladan yang menginspirasi tumbuhnya kegemaran membaca masyarakat Maluku termasuk para generasi muda.

“Ini menjadi tanggung jawab sekaligus amanah yang harus saya lakukan kedepan. Bagaimana caranya, minat baca untuk anak-anak di Maluku adalah tanggung jawab saya dan masyarakat Maluku. Mudah-mudahan, presentase 52,90 persen di tahun lalu, tahun ini dan seterusnya, Insya Allah meningkat lebih baik, “tandasnya.

Istri Gubernur Maluku Murad Ismail itu berharap, dirinya bisa melakukan hal terbaik saat menjalankan tugasnya sebagai Bunda Literasi Maluku, agar mereka menjadi generasi muda yang suka membaca, menulis, berinovasi dan kreatif.

Kemudian, Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kasrul Selang mengatakan, di tahun 2020, nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat Maluku adalah 52,90 persen atau kategori sedang dan masih berada di peringkat 26 dari 34 provinsi di Indonesia.

Disisi lain, pelaksanaan pengukuhan Bunda Literasi Maluku, hendaknya dimaknai sebagai kebutuhan daerah agar seluruh arah program dan kebijakan dapat terwujud secara efektif yang bermuara pada meningkatnya indeks kegemaran membaca dan literasi masyarakat di Maluku.

“Mengawali pelaksanaan tugas sebagai Bunda Literasi Maluku, kami harapkan Ibu Widya akan bersinergi dengan perangkat daerah, TP-PKK provinsi/kabupaten/kota di Maluku, serta komunitas literasi dan stekholder lainnya dalam pelaksanaan kegiatan literasi di masyarakat,” kata Sekda.

Selain pengukuhan Bunda Literasi Maluku, lanjut Sekda, strategi yang digunakan untuk meningkatkan indeks kegemaran membaca dan literasi masyarakat, adalah melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Kerjasama Perpustakaan antara Pemprov Maluku dengan Perpustakaan Nasional RI, dan Nota Kesepahaman antara para Pimpinan Perguruan Tinggi di Maluku dengan Perpustakaan Nasional RI.

“Kerjasama ini, merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan, pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi perluasan jejaring perpustakaan penguatan kelembagaan dan atas layanan publik di bidang perpustakaan,” ujar Sekda.

Atas dasar ini, Sekda menghimbau
kepada para pimpinan perguruan tinggi, agar dapat memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin dan terus menjalin kerjasama yang baik dengan Perpustakaan Nasional, guna memenuhi kebutuhan bahan bacaan bagi mahasiswa dan pengembangan kualitas perpustakaan perguruan tinggi di Maluku.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhamad Syarif Bando mengucapkan selamat kepada Widya. Dia merasa bangga
bangga karena sebelum dikukuhkan, Widya sudah menciptakan lagu Mars Perpustakaan.

Menurut Syarif, lagu ciptaan Ibu Gubernur sangat menginspirasi. Dia berharap melalui kewenangan Gubernur Maluku, lagu tersebut bisa dinyanyikan di semua sekolah. Sebab, selain memberi inspirasi, lagu ini bisa mengantarkan generasi muda dan masyarakat terutama kalangan perempuan, kepada nilai yang terkandung didalam makna lagu itu.

“Ibu gubernur mempunyai ruang gerak meliputi seluruh wilayah kerja gubernur, baik sebagai TP-PKK, pendamping suami maupun ibu bangsa. Dalam kapasitas beliau sebagai ibu bangsa, tentu peran untuk menginspirasi semua jajaran perempuan di TP-PKK provinsi/Kabuapten/kota, ibu para pejabat maupun Dekranasda bisa dilakukan. Ini ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat,” kata Syarif.

Pada kesempatan ini, dilakukan
enyerahan cinderamata dari Gubernur Maluku Murad Ismail, kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando.

Kemudian pemberian cinderamata dari Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, kepada Gubernur Maluku Murad Ismail, Bunda Literasi Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury dan Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno.

Juga penandatanganan Nota Kesepakatan dan Kesepahaman antara Perpustakaan Nasional RI dengan Pemprov Maluku, Unpatti Ambon, IAIN Ambon, IAKN Ambon, Stikes pasapua Ambon, UKIM, Politeknik Perikanan Negeri Tual dan Unidar Ambon.

Pengukuhan dihadiri Sekda Maluku Kasrul Selang, Forkopimda Maluku, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Kadis Sosial Kota Ambon Nurhayati Jasin, Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan undangan lainnya. ( Alfian Sanusi ).