WNA Asal Tiongkok di Gunung Botak Tidak Ada Izin Disnakertrans

WNA Asal Tiongkok di Gunung Botak Tidak Ada Izin Disnakertrans

SHARE
Plh Kepala Disnakertrans Maluku Melky Lohy

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Dinas Tenaga Kerja Dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku membantah jika pihaknya memberikan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) kepada warga asal negeri tirai bambu.

Sebelumnya ada warga negara asing yang terlihat ada di Gunung Botak Pulau Buru. Hal itu ditemukan Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa saat kunjungan kerja di Gunung Botak Kabupaten Buru pada Senin (8/10/2018) lalu.

Dalam kunjungan itu Kapolda yang datang bersama rombongan menemukan dua orang WNA asal Tiongkok di Gunung Botak. Dari informasi yang diterima Terasmaluku.com, dua WNA itu bekerja di PT Sinergi Sahabat setia (SSS), satu dari tiga perusahaan tambang di situ. Padahal perusahaan itu dipercaya pemerintah mengolah sendimen sungai.

Salah satu WNA yang diperiksa mengantongi kartu Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang dikeluarkan imigrasi atas nama Chen Hebing asal Cina. Berdasar temuan itu, Terasmaluku pun melakukan penelusuran soal izin kerja kedua WNA.

Mereka yang bekerja sebagai teknisi di PT. SSS itu tidak mengantongi izin bekerja yang dikeluarkan Disnakertrans Provinsi Maluku. Aktifitas dua WNA itu pun dibantah oleh pihak Disnakertrans. “Kami tidak beri izin buat mereka. Kami baru tahu itupun saat Kapolda ke Gunung Botak,” tegas Plt Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku Melky Lohy kepada Terasmaluku.com di Ambon Kamis (11/10/2018) siang.

Dia menjelaskan pihaknya sama sekali tidak menerbitkan izin atas nama dua WNA itu untuk bekerja di Gunung Botak. Yang mereka ketahui, kedua orang itu masuk secara legal melalui Kantor Imigrasi Ambon. Ada perusahaan yang menjamin kehadiran mereka di situ. “Kalau tanya mereka ke Gunung Botak itu buat apa bisa tanyakan langsung saja,” jawabnya saat ditanyai wartawan di ruangannya.

Berdasarkan data, dua tenaga asing itu sedang bekerja di Bogor dan selanjutnya ke Maluku. Namun tidak diketahui maksud kedatangan ke lokasi penambang. Apalagi IMTA mereka berakhir pada Mei 2018. “Mereka masuk ke Gunung Botak lokasi tambang tujuan apa, kami tidak tahu, mungkin jalan-jalan,” celetuk Melky.

Untuk diketahui pada kunjungan tiga hari lalu itu, Kapolda Royke Lumowa dan jajarannya juga menemukan 150 kaleng CN atau sianida di wilayah tambang emas Gunung Botak.(UAD)

loading...