Wujudkan Perdamaian, Warga Mamala-Morella Serahkan Senpi dan Bom

by
Warga Mamala dan Morella serahkan senjata api, amunisi dan bom kepada aparat TNI/Polri di perbatasan dua desa itu Jumat (14/10). Foto : Nurdin Tubaka

AMBON- Warga Negeri Mamala dan Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menyerahkan sejumlah senjata api (Senpi) rakitan, puluhan amunisi berbagai jenis serta dua magazennya kepada aparat TNI dan Polri. Selain itu, warga juga menyerahkan belasan bom rakitan yang selama ini mereka simpan. Penyerahan Senpi, amunisi dan bom itu berlangsung di perbatasan kedua desa bertetangga itu pada Jumat (14/10) sore.
Senpi berikut amunisi dan bom itu diserahkan Kepala Desa atau Raja Mamala dan Morella kepada aparat TNI dan Polri yang disaksikan Danramil 1504/ 05 Leihitu, Lettu Inf. Ruhiat dan Kapolsek Leihitu AKP. M. Syarif, Camat Leihitu, Danki Brimob, Satgas 731 Kabaresi serta tokoh masyarakat dan tokoh agama dari dua desa itu.
Barang – barang berbahaya itu diserahkan warga secara sukarela, tanpa ada paksaan dari pihak manapun melalui pemerintah negeri di dua desa itu, kemudian diserahkan ke aparat keamanan. “Tak ada unsur paksaan dari pihak manapun, karena masyarakat melakukannya secara sukarela. Warga menyerahkan ke desa, kemudian kita serahkan ke aparat keamanan,” kata perwakilan Raja Mamala, Ismail Malawat dalam sambutannya.
Menurut Ismail, penyerahan Senpi dan bahan peledak tersebut, merupakan rentetan dari hasil perdamaian antara Negeri Mamala dan Morella yang dilakukan sejak Sabtu 23 Juli 2016. Dia berharap dengan diserahkannya Senpi dan sejumlah alat “perang” tersebut, masyarakat Mamala dan Morella tidak lagi berkonflik, tidak saling curiga satu dengan yang lainnya, hidup berdampingan secara damai.
Ismail berharap, model perdamaian yang saat ini dilakukan Negeri Mamala dan Morella bisa menjadi contoh bagi desa – desa lainnya di Maluku yang sering berkonflik. Ia juga menyatakan, dengan diserahkannya senpi dan bom itu, menunjukan warga Mamala dan Morella sudah mencapai seratus persen perdamaian hakiki. “Saya berharap masyarakat yang masih menyimpan Senpi, maupun barang berbahaya lainnya dapat diserahkan kepada aparat keamanan melalui kami, agar tidak ada sanksi hukum dikemudian hari,”katanya.
Sementara itu Lettu Inf. Ruhiat, memberikan apresiasi kepada warga dari kedua negeri bertetangga tersebut yang mau menyerahkan Senpi dan bahan peledak ke aparat TNI dan Polri.Penyerahan senjata api dan bom ini membuktikan warga kedua desa itu ingin hidup dalam kedamaian, meninggalkan konflik yang selama ini terjadi.
“Kami aparat keamanan minta warga berdamai dan tidak lagi bentrok selama-lamanya. Penyerahan ini tindakan yang bijaksana dan kita semua wajib mencontohinya. Yang masih menyimpan senjata dan barang berbaya lainnya dapat diserahkan kepada aparat keamanan atau pemerintah negeri, tidak ada sanksi hukum. Tapi kalau ditemukan saat razia akan diambil tindakan tegas,” tandasnya.
Warga Mamala dan Morella yang bertetangga itu sejak bertahun – tahun terlibat konflik yang dipicu berbagai masalah, termasuk masalah sepele yang dipicu oleh pengaruh minuman keras. Sepanjang konflik itu juga, banyak warga jadi korban termasuk rumah warga terbakar. (DIT)