Yacko Hidupkan Malam Minggu di Pesta Hiphop

by
Grup Dance meramaikan acara Tahury Kumpul Sudara, perayaan ulang tahun ke-6 Tahury di depan Gong Perdamaian, Sabtu (7/4) malam. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pencanangan Ambon sebagai kota musik tak lepas dari geliat anak anak muda berbakat di bidang musik. Pemahaman dan penguasaan genre yang kian luas hingga presentasi performance dan produksi video apik jadi salah satu pembuktian.

Konsistensi berkarya para pemusik di Ambon membawa panggung panggung independen pada level matang. Salah satunya pada acara Tahury Kumpul Sudara, perayaan ulang tahun ke-6 Tahury di depan Gong Perdamaian, Sabtu (7/4) malam. Di tengah persimpangan jalan,  anak muda Kota Ambon tumpah ruah. Hiphop jadi pemersatu. Tua muda kecil besar hanyut dalam beat dan rima rima menyentil dari akar budaya dan sosial.

Para penampil hiphop terbaik dengan kualitas suara musik dan rap yang tak bisa dipandang sebelah mata. Hal itupula yang diakui oleh Yacko female Rapper Indonesia yang hadir malam itu sebagai salah satu guest star. “Gila, suara anak anak Ambon keren keren. Semua punya skill rap bagus,” ucap rapper asal Surabaya bernama lengkap Yani Oktaviana itu di atas panggung.

Baginya hiphop bisa jadi pemersatu. Muatan mutan lokal daerah dalam lirik, sentilan satir hingga teks perjuangan banyak dikumandangkan. Hal tersebut dibuktikan dengan karya Terbaik malam itu. Ini merupakan kali kedua Yacko datang ke Ambon. Menurutnya pertama saat lomba dance dan kedua pada malam tadi.

Bersama DJ Cruzzy Yacko berhasil menyulap suasana makin legit. Semua ikut bernyanyi mengikuti lead rapper yang juga seorang dosen di salah satu universitas swasta itu. Tahury family gathering, alifuru hiphop, tikang palungku, angel in merry, sangsaka hiphop, dan para penampil lain hadir mengumandangkan hiphop sebagak way of life yang menghidupi kota musik malam itu.

Tak ketinggalan Manumata tampil sebagai penutup membawakan lagu pamungkas mereka Game dari album pertama yang launching pada 9 Maret lalu. Kehadiran Manumata jadi pembuktian bahwa musik mampu menyelamatkan generasi.(BIR)