Yuk Kenalan Dengan ‘Poliglot’ Berotot Yang Sukses Kocok Perut Lewat Opan Channel

Yuk Kenalan Dengan ‘Poliglot’ Berotot Yang Sukses Kocok Perut Lewat Opan Channel

SHARE
Novan Saptenno viral melalui video kemampuannya berbahasa asing yang kocak dan lucu melalui kanal Opan channel miliknya. FOTO: Erzhal Umamit for Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM-,AMBON-Belum lama ini beredar video seorang pria yang sedang bertanya kepada seorang polantas yang bertugas di Jalan Rijali Ambon. Tampak petugas sibuk mengatur arus lalu lintas arah Batu Merah. Video berdurasi 1.14 menit itu sempat viral dibagikan pada akun-akun di lini masa maupun chat group.

Yang menarik bukan karena kontennya melainkan Bahasa yang digunakan vlogger asal Ambon itu. Melalui kanal youtube pribadi Opan Channel, vlogger bernama lengkap Novan Saptenno itu berbicara dengan bahasa yang sepintas mirip dengan Bahasa Spanyol. Beberapa penggal kata yang terlontar seperti no me ames, como estas, como estante merupakan kosakata asal Spanyol.

Mereka digabung dengan sejumlah kata plesetan lain yang membuat videonya kian mengocok perut. Apalagi opan yang dengan potongan rambut mirip Mario Baloteli itu berbicara dengan wajah serius dan meyakinkan. Pantas saja jika sebagian warganet ada yang terkecoh dan percaya begitu saja saat kali pertama melihat videonya. Tapi siapa itu Opan yang sukses mengocok perut warganet dengan Bahasa-bahasa plesetannya.

“Beta bicara memang dengan muka serius, satu muka bagitu biar orang percaya,” aku Opan saat mengisi talkshow bersama dua youtuber asal Ambon pada Ambon Creative Expo Paparisa Ambon Bergerak (PAB) Sabtu (27/1). Mojang kelahiran Bandung 21 November 1985 itu memang punya tampang meyakinkan saat berbicara. Kata-kata yang diplesetkan pun terdengar seperti Bahasa aslinya.

Tapi untuk bisa berbicara seperti itu tidak asal lho. Kepada Terasmaluku.com, Rabu (30/1/2019) personal trainer Spartan Gym Kudamati itu mengaku dia belajar dari berbagai sumber agar bisa khatam bahasa asing. Tak tanggung-tanggung, demi bisa lancar berbicara dia nimbrung dalam pembicaraan dengan orang asing atau nguping obrolan mereka. Itu bermula sekitar tahun 2000 saat beberapa pekerja kemanusiaan datang ke Ambon.

Mereka berasal dari Korea, Thailand, Jerman dan Spanyol. “Dong datang buat bantuan lewat LSM. Beta simak dong bicara lalu mau bikin lucu-lucu par nelayan di situ,” kenangnya yang kala itu berprofesi sebagai kondektur. Menurutnya, obrolan singkat di dermaga alternatif itu mudah diingat serta begitu lekat diingatan. Kata perkata diulang meski tidak persis dengan Bahasa aslinya.

Opan saat menjadi salah satu narasumber talk show bersama komunitas anak muda kreatif di Kota Ambon Paparisa Ambon Bergerak (PAB) Sabtu (27/1/2019).

Pria 33 tahun itu menyadari jika ada bakat berbahasa atau menghafal berbagai Bahasa yang terpendam. Sejak itu, dia terus berbicara dalam Bahasa plesetan untuk sekadar berkelakar dengan teman-teman. Tak dinyana obrolannya mendapat respon baik dengan balasan gelak tawa. Hal tersebut lalu membuatnya makin giat belajar dan berlatih. Caranya dengan menonton film, saluran berita luar negeri, talk show maupun pertandingan bola. Semua dilakukan demi bisa fasih berbicara serta tepat menempatkan intonasi.

Terbukti, Opan yang sehari-hari bekerja sebagai pencatat meter PLN wilayah Nusaniwe menguasai lebih dari tiga Bahasa, – Koria, Tailan, Spanol, mandarin dan Bahasa Indonesia. “Nama bahasa jua beta tulis pake plesetan. Ini kan orang pun Bahasa jadi jangan sampai dong tersinggung. Hehehe,” aku pecinta drama Korea itu.

Sementara video-video lucu berbahasa asing baru serius dibuat pada akhir 2018. Unggahan pertama pria berotot yang rutin nge-gym yakni saat pembuatan pohon natal di kompleks rumahnya di Kudamatai. Dilanjutkan dengan unggahan video lain seperti wawancara dengan polantas hingga video talk show bersama dua Youtuber Ambon, Andrey Fakoubun dan Edie Likumahua. Dalam video tersebut peraih juara 1 event body contest Man of steel Gatotkaca di Makassar 2016 memakai Bahasa Mandarin dan Spanol. Dia juga live facebook sambil menyapa sejumlah pemuda dan warganet.

Saat ini video yang merekam kelucuan Opan berbahasa telah ditonton dan dibagikan lebih dari 5.000 kali pada akun facebook. Kehadirnnya makin dikenal warga Kota Ambon. Meski begitu Opan tidak ingin menjadikan aktifitasnya tersebut sebagai sumber pendapatan seperti tren saat ini. “Bikin video ini bukan untuk cari uang. Beta ingin berikan sukacita par orang lain. Kalau dapat uang syukur, seng dapat juga seng masalah,” jelas Opan.

Baginya bahagia dan sukacita penonton saat melihat videonya adalah yang utama. Sama seperti saat dia memutuskan berhenti dari dunia kelam pergaulan usai diminta sang ibu. Sejak itu dia mengubah pola hidupnya 180 derajat jadi makin sehat.

Opan rajin bangun pagi, makan sehat dan seimbang, rajin olahraga dan menebar senyum melalui video. “Beta berharap penonton samua bisa bahagia liat beta video. Satu lai, 2019 ganti fitnah dengan fitness. Hidup sehat lebih baik,” tutup juara 2 new muscle pada Babuku Fire Competitions. (PRISKA BIRAHY)

loading...