Zebra Cross Pudar, Dishub Kota Ambon Lakukan Pengecatan

by
Petugas Dishub Kota Ambon melakukan pengecatan ulang zebra cross pada beberapa titik di Kota Ambon, Selasa (8/5/2018). FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Zebra cross atau tanda penyebrangan di jalan raya menjadi salah satu marka jalan vital bagi aktifitas para pejalan kaki. Sayangnya sejumlah zebra cross di jalan utama kota Ambon mulai pudar. Beberapa bahkan hanya terlihat tinggal dua garis putih. Sedangkan sisanya menyatu dengan aspal jalan.

Pihak dishub pun melakukan pengecatan ulang zebra cross pada beberapa titik di Kota Ambon. Seperti yang dilakukan pada Rabu (9/5/2018) dinihari. Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kota (Dishub) dan pekerja tampak sedang menggodok semen putih khusus bahan pengecatan di aspal. Pengerjaan subuh itu dimulai dari zebra cross Trikora Jalan AM Sangaji hingga sepanjang Jalan Diponegoro Kecamatan Sirimau.

Dari pantauan Terasmaluku.com marka jalan di sepanjang jalan itu memudar. Belum lagi bila ada pohon besar di sisi jalan dan penerangan yang minim. Pengguna jalan agak sulit terlihat dari jauh. Pengecatan selain untuk mempertegas warna juga menambah ketebalan marka jalan itu agar terlihat timbul.“Malam ini katong cat di sepanjang jalan ini. Ini kerjaan lanjutan dari hari sebelumnya,” jelas Deni, staf bagian parkir Dinas Perhubungan Kota Ambon saat ditemui di lokasi pengecatan.

Sebelumnya pengecatan zebra cross dilakukan di daerah Hative Besar dan Waringin. Menurutnya pengecatan ini dilakukan sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Hal tersebut diharapkan agar para pengguna jalan khususnya pejalan kaki lebih aman dan nyaman saat melintas atau menyeberangi jalan raya.

Sementara itu beberapa pejalan kaki mengaku pengecatan Zebra cross dinilai sangat membantu mobilitas di jalan. “Bagus tu supaya katong bisa dapa lia jelas kalau mau menyebrang. Biar lebih aman sa,” kata Grace Rijoly seorang pejalan kaki. Menurutnya jalan dalam Kota Ambon memang dikategorikan tidak ramah bagi pejalan kaki. Para pedagang asongan, warga yang duduk duduk, pohon hingga paving yang rusak dan bolong mendominasi jalur pejalan kaki atau trotoart.

Sementra zebra cross di jalan raya warnanya mulai pudar dan tak terlalu kentara juga terhalangi oleh kendaraan yang parkir. Bila dilakukan pengecatan setidaknya dapat memberi tanda bagi pengguna jalan lain untuk lebih berhati- hati di jalan. Pejalan kaki pun merasa aman dan nyaman saat melintas. Untuk itu pemerintah pun mengalokasikan dana untuk hal itu.

PLT Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette menyebut pihaknya tengah membuat marka jalan pada jalan jalan di Kota Ambon. Marka jalan sebagai kelengkapan tanda-tanda keselamatan serta keteraturan di dalam kota. “Atas arahan pak walikota dibuat marka jalan semua. Tapi kami juga akan sesuaikan dengan dana,” kata Robby saat dihubungi terpisah.

Pihaknya memang tengah menyelesaikan marka jalan di kota. Namun untuk sementara dia memfokuskan untuk pada area prioritas terlebih dulu. Dia menyebut anggaran yang disiapkan tahun ini sebanyak Rp. 420 juta. “Jumlahnya kecil untuk bisa buat marka jalan di semua tempat di kota,” lanjut Robby. Karena itu pihaknya menyesuaikan pengerjaan dengan anggaran. (BIR)