Pemkot Ambon Berencana Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di SMP Pada PPKM Level 2

by
Arsip Foto. Pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

TERASMALUKU.COM, AMBON,- Pemerintah Kota Ambon di Provinsi Maluku berencana melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah sederajat pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2.

“Uji coba sekolah tatap muka akan dimulai dalam waktu dekat, salah satu syarat yang ditetapkan bagi siswa dan guru yakni menjalani tes swab PCR,” Kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Jhon Sanders di Ambon, Selasa (28/9/2021).

“Pemkot Ambon sangat berhati-hati dalam penerapan belajar tatap muka, sehingga berbagai kebijakan ditempuh bukan hanya vaksinasi bagi siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga tes swab PCR,” ia menambahkan.

BACA JUGA : Pemprov Maluku Terus Dorong Inovasi Pelayanan Publik

Uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), menurut dia, utamanya akan dilakukan di sekolah-sekolah yang sebagian besar siswanya sudah divaksinasi COVID-19.

“Tidak semua sekolah diizinkan melaksanakan PTM, tetapi hanya sekolah yang mencapai capaian vaksinasi siswa 80 persen, dengan pembatasan 50 persen siswa (yang hadir),” katanya.

Ia menjelaskan bahwa hasil uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat SMP dan sekolah sederajat akan dijadikan sebagai masukan dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di jenjang pendidikan lainnya.

Kota Ambon menurut penilaian pemerintah pusat statusnya sudah masuk wilayah PPKM Level 2 sehingga sudah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA : Implementasi P-Care di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Dievaluasi

Selama uji coba pembelajaran tatap muka, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar dibatasi 50 persen dari kapasitas ruang.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Ambon vaksinasi COVID-19 dosis pertama sudah dilakukan pada 20.877 orang atau 62 persen lebih dari total 33.322 anak usia 12 sampai 17 tahun yang menjadi sasaran vaksinasi.

Vaksinasi juga sudah dilakukan pada 5.100 tenaga pendidik di tingkat pendidikan anak usia dini sampai sekolah menengah atas.

Pewarta : Penina Fiolana Mayaut/Antara
Editor : Maryati